Sabtu, 26 November 2011

jeli melihat peluang...!

INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan jumlah orang Indonesia dalam daftar terkaya dunia menandakan, positifnya pertumbuhan. Tapi di sisi lain, juga bermakna kesenjangan.
Pengamat ekonomi David Sumual mengatakan, kenaikan jumlah pengusaha yang masuk dalam orang terkaya dunia menandakan positifnya pertumbuhan suatu negara. Menurutnya, dalam satu dekade terakhir, orang terkaya baru Indonesia memiliki korelasi positif dengan bisnis di sektor komoditas.
Hal itu, menurutnya, dipicu oleh kenaikan harga komoditas beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, RI juga merupakan pasar yang besar. Sebab, penduduk produktif terus meningkat. “Mereka memanfaatkan besarnya pasar dengan jeli sehingga pengusaha bisa berkembang cepat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/3).
Menurut David, pengusaha-pengusaha itu sukses menangkap keinginan pasar. Orang-orang terkaya itu, jeli dalam melihat peluang bisnis dan prospek ke depan. “Karena itu, wajar mereka saat ini menikmati hasil kejeliannya itu,” ujarnya.
Kelihaian menangkap peluang itu, menurut David tidak mengenal umur. Dia mencontohkan
Garibaldi Tahir yang masuk dalam 7 orang terkaya baru asal Indonesia. Menurutnya, Garibaldi mulai berbisnis baru-baru ini.
Di sisi lain, kecenderungan orang terkaya saat ini tidak berasal dari negara maju melainkan negara berkembang. Misalnya, Carlos Slim Helu yang kini menjadi orang terkaya di Planet Bumi, bukan berasal dari negara maju. Carlos merupakan penguasa bisnis telekomunikasi asal Meksiko versi majalah Forbes.
Pria berusia 71 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$74 miliar. Jumlah itu menempatkannya di puncak daftar orang terkaya Forbes untuk 2011. Karena itu, lanjut David, selain komoditas yang membuat orang kaya, juga sektor komunikasi dalam satu dekade terakhir.
Begitu juga dengan, Bill Gates yang saat ini menempati urutan kedua terkaya dunia. Menurut David, pada 1990-an, dia bercita-cita, setiap rumah memiliki satu komputer pribadi. Cita-cita itu, pada 1980-an, dianggap ‘gila’, karena mustahil tiap rumah memiliki komputer.
“Sekarang, hal itu menjadi satu hal yang biasa. Bahkan, dalam satu keluarga bisa ada 2-3 notebook,” paparnya. Orang terkaya merupakan pendobrak. Orang yang bisa mengubah arah bisnis dengan menciptakan tren baru.
Di sisi lain, secara teori ekonomi, memang di negara berkembang seperti Indonesia kemunculan orang terkaya baru bisa juga bermakna kesenjangan. Sebab, ekonomi baru tumbuh. Tapi, sejalan dengan ekonomi yang semakin maju, kesenjangan itu bisa dikurangi. “Kondisi ini terjadi di Jepang dan China saat ini yang juga mengalami kesenjangan,” ujarnya.
Pada satu titik tertentu menurut David, pemerintah bisa mengusahakan fungsi distribusi peluang usaha. Pemerintah memberikan peluang (playing of field) yang sama. “Sehingga, semua orang punya kesempatan untuk maju. Semua orang bisa berbisnis dengan mudah,” tandas David.
Diberitakan, tahun ini, Majalah Forbes memasukan 14 pengusaha Indonesia dalam daftar orang terkaya dunia. Padahal di 2010 hanya tujuh pengusaha. Ketujuh pendatang baru itu adalah Sri Prakash Lohia, Kiki Barki, Edwin Soeryadjaya, Garibaldi Tohir, Theodore Rachmat, Murdaya Phoo dan Benny Subianto.
Mereka menemani tujuh pengusaha yang tahun lalu sudah masuk daftar yaitu R Budi Hartono, Michael Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Chairul Tanjung.
Pendatang baru pertama adalah Sri Pakasih Lohia yang masuk urutan 564 dengan kekayaan US$2,1 miliar. Kiki Barki berada di urutan ke 595 terkaya dunia dan nomer 7 terkaya di Indonesia senilai US$2 miliar. Berikutnya adalah Edwin Soeryadjaya diurutan 782 dengan kekayaan mencapai US$1,6 miliar.
Garibaldi Thohir diurutan 833 dengan kekayaan US$1,5 miliar. Theodore Rachmat berada di urutan 938 dengan kekayaan US$1,3 miliar. Moerdaya Poo berada di urutan 1057 dengan kekayaan U$1,1 miliar. Sedangkan Benny Subianto di urutan 1140 memiliki kekayaan US$1 miliar. [mdr]
Ini 14 Orang Terkaya di Indonesia
Penulis: Erlangga Dj | Editor: Erlangga Djumena
Kamis, 10 Maret 2011 | 10:46 WIB
KOMPAS.com — Tahun ini, dua bersaudara pewaris perusahaan Djarum masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan 2011 Billionaires List yang dikeluarkan Forbes, Rabu (9/3/2011) waktu setempat, posisi ke-1 dan ke-2 orang terkaya di Indonesia ditempati Budi Hartono dan Michael Hartono. Mereka sama-sama memiliki harta senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 45 triliun (kurs Rp 9.000 per dollar AS). Keduanya berada di posisi ke-208 dari 1.210 orang terkaya sejagat.
Dibanding dari kepulan asap rokok Djarum, pundi-pundi kekayaan mereka sebagian besar berasal dari Bank Central Asia. Selain itu, mereka juga menguasai perkebunan sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat sejak tahun 2008. Keduanya juga memiliki properti Grand Indonesia. Djarum yang sudah dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama sejumlah rokok kretek lainnya meluncurkan Dos Hermanos, sebuah cerutu premium hasil racikan tembakau Indonesia dan Brasil.
Di posisi ketiga orang terkaya di Indonesia atau urutan ke-304 dunia ada Low Tuck Kwong dengan kekayaaan senilai 3,6 miliar dollar AS. Mesin uang pria berusia 62 tahun ini berasal dari Bayan Resources. Saham perusahaan tambang ini sudah meningkat tiga kali lipat dibanding saat IPO tahun 2008. Belum lama ini Bayan mengeluarkan 270 juta dollar AS untuk mengakuisisi tambang Australia. Pria kelahiran Singapura ini pindah ke Indonesia tahun 1972. Ia juga memiliki saham di Manhattan Resources dan Singapore HealthPartners.
Tempat keempat (ke-420 dunia) diduduki Martua Sitorus dengan kekayaan 2,7 miliar dollar AS. Pria yang bertempat tinggal di Singapura ini memiliki Wilmar International, perusahaan penghasil minyak sawit nomor satu dunia.
Berikut urutan lengkap WNI yang masuk ke dalam daftar orang terkaya 2011 versi Forbes:
5. (488) Peter Sondakh (Grup Rajawali), kekayaan 2,4 miliar dollar AS.
6. (564) Sri Prakash Lohia (Indorama), kekayaan 2,1 miliar dollar AS.
7. (595) Kiki Barki (Harum Energy), kekayaan 2 miliar dollar AS.
8. (651) Sukanto Tanoto (Raja Garuda Emas), kekayaan 1,9 dollar AS.
9. (782) Edwin Soeryadjaya (Saratoga), kekayaan 1,6 miliar dollar AS.
10. (833) Garibaldi Thohir (Adaro Energy), kekayaan 1,5 miliar dollar AS.
11. (938) Theodore Rachmat (Adaro Energy), kekayaan 1,3 miliar dollar AS.
12. (1057) Chairul Tanjung (Para Group), kekayaan 1,1 miliar dollar AS.
13. (1057) Murdaya Poo (Metropolitan Kentjana), kekayaan 1,1 miliar dollar AS.
14. (1140) Benny Subianto (Adaro Energy), kekayaan 1 miliar dollar AS.
Sarjana Belum Dapat Pekerjaan Sebaiknya Wirausaha
Jumat, 11 Maret 2011 | 12:46
setidaknya jadi seperti Peter Sondakh, sang investor saham indon
AMBON – Menkop dan UKM Syarief Hasan mengingatkan masyarakat terpelajar seperti para sarjana yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan untuk tidak merasa takut menjadi seorang wirausaha.
“Jangan takut jadi wirausaha sebab profesi ini merupakan salah satu lapangan pekerjaan yang bermartabat serta membawa manfaat besar bagi diri sendiri maupun masyarakat dan bangsa,” kata Menkop dalam sambutannya yang disampaikan Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenkop UKM, Neddy Rafinaldy Halim di Ambon, Jumat.
Pola pikir masyarakat untuk menjadi pegawai negeri, anggota TNI atau Polri setelah lulus menjadi sarjana sudah waktunya diubah sehingga memiliki kemandirian dan berani menjadi wirausah muda dan andal.
Pencanangan gerakan kewirausahaan nasional telah dilaksanakan pada 2 Februari 2011 yang dihadiri kepala negara dan pejabat tinggi lainnya sebagai komitmen pemerintah serta seluruh komponen bangsa untuk membangun negara ini melalui kewirausahaan.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Pemprov Maluku dalam membangun sinergitas program dengan Kemkop UKM khususnya melalui upaya peningkatan jiwa dan semangat serta kemandirian sarjana di bidang kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja,” kata Menkop.
Pemerintah menerbitkan Inpres 1/2010 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional dan Inpres nomor 03/2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan.
“Di mana amanat untuk mengembangkan kewirausahaan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong peningkatan daya saing, pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran,” katanya.
Selama periode 2004 hingga 2014, pemerintah berhasil meningkatkan kinerja positif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 5,1% (2004) menjadi 5,8% pada 2010 dengan proyeksi 2014 sekitar 7,7%.
Sementara tingkat pengangguran turun dari 9,95 pada 2004 menjadi 7,14% 2010 dan diproyeksikan turun menjadi 5 – 6% untuk tiga tahun ke depan dan penurunan angka kemiskinan dari 16,7% pada 2004 menjadi 13,32% pada 2010 dan diproyeksi 2014 turun menjadi 8-10%.
Adapun jumlah penduduk masih menganggur 8,31 juta orang atau sekitar 7,14% dari total angkatan kerja dan yang berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi mencapai 710.128 orang atau 11,92%. (gor/ant)
Batu Bara
Mereka bergerak di perusahaan tambang yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
JUM’AT, 11 MARET 2011, 11:41 WIB Antique
VIVAnews – Sejumlah 14 pengusaha Indonesia masuk dalam daftar orang-orang terkaya dunia dalam majalah bisnis terkemuka, Forbes. Dari nama yang masuk dalam daftar tersebut, mereka tercatat paling banyak berbisnis di tambang batu bara.
Nah, siapa saja mereka? Berikut, urutan dalam daftar orang-orang terkaya dunia dan Indonesia, seiring kerberhasilan mereka di bidang pertambangan batu bara.
1. Low Tuck Kwong, masuk dalam urutan 304 daftar orang-orang terkaya di dunia dari hari bisnis tambang batu bara. Kekayaanya tercatat mencapai US$3,6 miliar dan berhasil menjadi orang ketiga terkaya di Indonesia.
Keberhasilan pria kelahiran Singapura ini terpicu harga saham tambang miliknya, PT Bayan Resources Tbk yang naik tiga kali lipat sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia tahun 2008. Perusahaan yang mencatatkan keuntungan US$270 juta itu baru-baru ini berniat mengakuisisi perusahaan tambang Australia.
Pria yang saat ini berusia 62 tahun, tercatat pertama masuk bisnis tambang batu bara pada 1997, lima tahun setelah ia resmi menjadi warga Indonesia. Pencinta hewan ini juga diketahui memiliki saham di Manhattan Resources Singapura yang terdaftar di Singapura HealthPartners.
2. Kiki Barki, masuk urutan 595 orang terkaya dunia dan menduduki posisi ketujuh orang kaya di Indonesia, dengan kekayaan dari hasil tambang batu bara mencapai US$2 miliar.
Orang kawakan di industri batu bara ini membuat debut, berkat penawaran saham umum PT Harum Energy Tbk Oktober tahun lalu.
Pria yang memiliki hobi membaca, berenang, dan jogging ini juga berhasil mempertahankan mayoritas saham di Harum Energy. Lelaki berusia 71 tahun ini juga tercatat memiliki saham di perusahaan tambang di Australia, Cockatoo Coal.
3. Edwin Soeryadjaya, dengan kekayaan sebesar US$1,6 miliar berada di posisi 782 orang paling kaya dunia dan urutan sembilan terkaya di Indonesia.
Pria berusia 62 tahun ini berjaya di bisnis batu bara melalui PT Adaro Energy Tbk. Ia memiliki saham di perusahaan tambang tersebut melalui perusahaan investasi Saratoga Investama Sedaya.
Melalui perusahaan investasi itu juga, ayah dari tiga anak itu tercatat menjadi pemilik perusahaan infrastruktur PT Tower Bersama.
4. Garibaldi Thohir, tercatat menduduki urutan 833 orang terkaya dunia dan 10 paling kaya di Indonesia, dengan kekayaan dari binis tambang mencapai US$1,5 miliar.
Miliarder baru ini masuk daftar orang terkaya karena terdorong menguatnya saham perusahaan tambang miliknya, PT Adaro Energy Tbk sebesar 30 persen di bursa.
Pria berusia 45 tahun ini tercatat mulai berbisnis di pertambangan batu bara pada tahun 1992 dan kemudian mendirikan PT Wom Finance, yang sekarang masuk dalam kelompok perusahaan finansial publik terbesar di Indonesia.
Sedangkan Adaro Energy sendiri merupakan produsen batu bara termal kedua terbesar di Indonesia dan mengoperasikan tambang batu bara tunggal terbesar yang memproduksi “envirocoal” dengan karbon rendah dan kandungan sulfur.
5. Theodore Rachmat, dengan kekayaan mencapai US$1,3 miliar menjadi orang terkaya dunia pada posisi 938 atau urutan 11 orang paling kaya se-Indonesia.
Insiyur teknik mesin ini memulai karirnya di perusahaan produsen mobil PT Astra International Tbk pada tahun 1969. Namun, pria berusia 67 tahun ini sekarang terlibat dalam PT Adaro Energy Tbk, produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Sepupu miliarder Edwin Soeryadjaya ini tercatat sebagai Wakil Presiden Komisaris Adaro Energy dan menjadi Presiden Komisaris pada Adira Finance.
6. Benny Subianto, berada di urutan 1.140 orang terkaya di dunia dan ke 14 orang paling kaya Indonesia, dengan kekayaan sebesar US$1 miliar.
Pria dengan tiga anak ini tercatat masuk dalam lima besar pemegang saham perusahaan tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk. Mantan Wakil Direktur Utama produsen mobil PT Astra International Tbk, mantan Direktur Utama PT United Tractor Tbk saat ini juga menjalankan bisnis perusahaan kelapa sawit di bawah bendara Grup Astra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ragam info...

Pengikut